Zum Hauptinhalt springen

Iknidimi Oases

Psychology

"Everything that irritates us about others can lead us to an understanding of ourselves" [Carl Jung]



Definisi Psikologi

Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann

Kata “psikologi” berasal dari bahasa Yunani (psychos dan logos) dan secara harfiah berarti “doktrin jiwa”. Definisi dasar dari “psikologi adalah ilmu empiris tentang pengalaman dan perilaku manusia”. 

Psikologi adalah studi tentang pikiran, perilaku, pengalaman dan jiwa manusia. Proses mental dan pikiran mempengaruhi kesadaran, kepribadian, keputusan dan hubungan sosial kita. Faktor kimia otak, biologis, genetik serta tekanan sosial dan faktor lingkungan mempengaruhi cara kita berpikir, bertindak dan merasakan. [Perez-Avarez M. Psychology as a science of subject and comporment, beyond the mind and behaviour. Integr Psychol Behav Sci. 2018;52(1):2551. doi:10.1007/s12124–017–9408–4]

Psikologi tidak hanya mempelajari pola perilaku universal tetapi juga tantangan dan perbedaan yang membuat setiap individu unik. Pemahaman yang lebih dalam tentang psikologi dapat membuat kita mendapatkan wawasan tentang pikiran dan tindakan kita sendiri dan pemahaman yang lebih baik tentang individu lain.

Wawasan psikologi menyentuh hampir setiap aspek kehidupan kita, dampaknyapun langsung dapat dilihat dalam pengaturan terapi. Aplikasi yang paling jelas adalah di bidang kesehatan mental, di mana psikolog menggunakan prinsip, penelitian, dan temuan klinis untuk membantu klien mengelola dan mengatasi gejala tekanan mental dan penyakit psikologis. 

Psikologi adalah disiplin ilmu yang memiliki implikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Walaupun kita sering mengasosiasikan psikologi dengan diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan mental, tetapi implementasinya, akan sangat berguna ketika menyangkut dampak psikologi.


Upload: 8 Maret 2025


Mental Health VS Behavioral Health

Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann

Saat ini, banyak orang berpikir bahwa kesehatan perilaku identik dengan kesehatan mental, tetapi kenyataannya adalah, ada perbedaan halus di antara keduanya. Memahami perbedaan itu adalah kunci untuk menerima jenis perawatan yang tepat untuk kondisi masing-masing individu.

Menurut WHO kesehatan mental (mental health) adalah “keadaan di mana setiap individu menyadari potensinya sendiri, dapat mengatasi tekanan kehidupan dengan normal, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya” [ https://www.who.int/health-topics/mental-health#tab=tab_1].

Mental health mencakup faktor biologi, kondisi psikologis dan kebiasaan individu. Kesehatan perilaku (behavioral health) mengeksplore bagaimana kebiasaan individu mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental individu secara keseluruhan.

Behavioral health adalah bagian dari mental health karena tidak semua gangguan mental health adalah hasil dari masalah perilaku, beberapa diantaranya disebabkan oleh kimia otak atau genetik. Gangguan mental yang tidak disebabkan oleh perilaku individu, contohnya bipolar, skizofrenia, depresi, gangguan kecemasan/ketakutan (anxiety). Sebaliknya gangguan behavioral health yang dihasilkan dari perilaku maladaptif yang berdampak negatif pada kondisi fisik atau mental individu, contohnya penyalahgunaan zat/obat-obatan (narkoba), perjudian, kecanduan seks dan gangguan makan.

Meskipun mental health ditandai dengan kebiasaan yang tidak sehat, kebiasaan-kebiasaan itu seringkali bukan akar penyebab masalahnya. Acap kali, gangguan kesehatan perilaku terjadi bersamaan dengan penyakit mental. Untuk mengobati salah satu kondisi ini secara efektif, tidak cukup hanya dengan memodifikasi perilaku, tapi juga mempertimbangkan perawatan kejiwaan dan/atau konseling psikologis untuk mengatasi masalah yang mendasarinya. 

Sebaliknya meskipun banyak kondisi mental health memiliki dasar biologis, tetapi masih dapat dipengaruhi oleh perilaku individu, baik secara positif maupun negatif. Perilaku yang tidak adaptif, seperti minum-minum, menggunakan narkoba, atau makan berlebihan dapat memperburuk gejala gangguan kesehatan mental.


Upload: 16 Maret 2025