Zum Hauptinhalt springen

Iknidimi Oases

Adventure

"Fill your life with adventures, not things. Have stories to tell, not things to show" [Anonymous]



Self-Terapi Adventure

Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann

Kita sering mendengar kata “Adventure”. Menurut kamus Oxford kata Adventure berasal dari bahasa latin, “Adventus”, diartikan sebagai “aktivitas berisiko dan memerlukan keberanian ekstra untuk melakukannya, baik itu mengeksplor suatu kegiatan atau suatu tempat yang belum dikenal”. Kita keluar dari comfort zone dan jaringan sosial (social network) untuk melakukan sesuatu yang berisiko dan hasilnya? Tidak pasti! Risiko yang terkait dengan petualangan ini kadang bisa melibatkan fisik, psikis, properti (sarana/prasarana) atau bahkan kosekuensi hukum. Adventure bisa dalam bentuk fiktif atau real (nyata). Fiktif jika hanya bisa dibayangkan, dipaparkan atau dinikmati namun tidak berisiko karena hanya dalam bentuk visual dan audio seperti film dan radio, podcast, spotify, games atau dalam bentuk tulisan misalnya cerita roman, novel, cerpen, legenda dan fantasi. Real jika kita mengalaminya sendiri dan melakukan aktivitas itu, bukan ilusi namun nyata karena melibatkan fisik dan psikis (mental) kita, menggunakan sarana atau prasarana dan jika berlebihan atau mengarah ke tindakan kriminal akan berurusan dengan hukum. Bagiku pengalaman nyata lebih menarik dibanding dengan fiktif, bagaimana dengan kamu? Di artikel ini aku hanya akan mengupas tema tentang real adventure ya. 

Pandangan bahwa “natur (alam), benda dan manusia bisa mendidik kita” sebenarnya sudah ada sejak jaman Plato, Aristoteles hingga Jean-Jacques Roessau. Sejak lahir kita memiliki kemampuan untuk belajar dan sampai usia tuapun kita tetap belajar menghadapi proses kehidupan. It’s Longlife Learning! Real adventure berurusan dengan kegiatan yang harus dilakukan sendiri di mana pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai kehidupan kita dapati dan gunakan. Kita mengeksplor diri, menemukan karakter baru pada diri kita sendiri dan bekerja sama dengan orang baru yang memiliki karakter lain saat situasi tidak biasa atau luar biasa dialami. Real adventure membuat kita mengalami proses belajar, menantang kompetensi fisik, psikis, sosial dan kognitif yang berguna untuk penyelesaian konflik dan pemecahan masalah, pengembangan kepribadian dan perubahan perilaku serta kemampuan untuk bertanggungjawab dalam mewujudkan kehidupan sehari-hari kita. Kesadaran akan adanya perubahan ini dapat kita rasakan saat kita melakukan aktivitas itu, learning by doing! Atau saat kita refleksi diri. 


Healing adalah Self-Therapy

Jika melihat penjelasan di atas maka adventure bisa dijadikan self-therapy bukan? Real adventure memungkinkan terjadinya proses pengembangan dan penyembuhan diri (healing). Bagi sebagian orang mungkin kata “Healing” hanya sebuah mode atau trend, hanya sebuah permainan kata dan tidak dianggap serius karena “Healing” hanya dianggap sebagai rekreasi dan menghabiskan uang, benarkah? “Healing” adalah sebuah kata yang penuh arti, sebuah proses penyembuhan! Dibalik kata “Healing” ada sesuatu yang mengganggu entah fisik atau psikis, kelelahan fisik hingga kronis dan kehilangan energi, kelelahan emosional hingga tidak lagi memiliki empati terhadap orang lain atau terhadap dirinya sendiri, kelelahan kognitif hingga memiliki masalah konsentrasi dan kehilangan kinerja [Thomas R. Egnew, The Meaning of Healing: Transcending Suffering., Ann Fam Med. 2005 May;3(3):225-262]. Banyak orang yang tidak sadar atau tidak perduli bahwa diri mereka sedang mengalami kelelahan fisik dan mental. Namun, ada juga sebagian orang yang sadar akan situasi dan kondisi yang sedang tidak baik, dan memutuskan untuk memperbaiki kualitas hidupnya sebelum kelelahan menjadi akut dan menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis atau perilaku yang dapat mengakibatkan disfungsi di segala aspek kehidupannya. Perubahan kualitas hidup yang dilakukan bisa bermacam-macam, salah satunya adalah mencari petualangan baru, real new adventure. 


Indoor atau Outdoor?

Adventure bisa kita dapatkan di dalam (Indoor) atau di luar ruangan (Outdoor), baik di darat, udara atau di dalam air. Kegiatan Indoor atau Outdoor memberikan pengalaman lapangan bukan hanya teori, bayangan dan hayalan. Kita bisa mendapatkan situasi dan kondisi nyata di mana tujuan dan proses penyembuhan dan perubahan yang kita inginkan terjadi. 

Indoor Adventure biasanya kita lakukan saat cuaca jelek. Aktivitas yang dicari harus memiliki akses ke area bermain yang terstruktur dengan baik sehingga konsentrasi dan perhatian mudah didapat, ketenangan, relaxasi, kebugaran atau kegiatan yang memerlukan ketrampilan tertentu bisa dilakukan. Sport, bouldering, SPA wellness, berenang, bowling, minigolf, trampolin, atau aktivitas lain yang bisa dilakukan di dalam ruangan memerlukan biaya dan kadang tidak murah. Jika kita tidak ingin mengeluarkan dana yang banyak, masih ada kegiatan lain yang bisa kita lakukan di luar (Outdoor). Cobalah untuk mencari petualangan di luar, di alam yang tidak memerlukan biaya besar. 

Bagiku petualangan sangat penting dan tidak harus mahal. Jika adventure adalah prioritas utama maka keinginan lain harus dikesampingkan. Jika tidak ingin tidur di hotel, losmen atau homestay, kita bisa memodifikasi mobil menjadi tempat menginap dan menginstalasi tempat penyimpanan barang-barang yang diperlukan seperti caravan atau camper yang bisa kita bawa kemanapun kita mau. Jika tidak ada mobil yang bisa kita modifikasi maka kita bisa pergi dengan mengendarai motor dan membawa tenda dan keperluan lain untuk tidur di alam. Jika tidak ada motor, kita bisa Backpackeran, menggunakan transportasi umum dan membawa tenda untuk tidur di alam. Banyak tempat berkemah yang tidak harus menggunakan uang masuk dan jika memang harus bayar, tidak semahal hotel atau tempat penginapan lain. Makanan bisa dimasak sendiri atau jika ada uang ekstra kita bisa beli makanan jadi. Yang kita butuhkan hanya cuaca cerah, tidak hujan dan motivasi tinggi untuk berpetualangan. 


Berpetualangan di lingkungan alam 

Manusia memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan sosial dan ekologis (udara, darat, laut, tumbuhan dan binatang atau yang lain, yang berhubungan dengan alam). Bungee jumping, paragliding, camping, trekking, hiking, climbing, berenang di sungai, danau atau pantai, snorkling, diving sambil mengeksplor alam, desa dan kota yang belum pernah dikunjungi serta mengenal budayanya sangat menarik, bukan? Namun sayangnya tidak semua orang senang berada di alam, entah karena sejak kecil tidak pernah memiliki pengalaman berpetualangan di alam atau karena karakter mereka yang plegmatis dan tidak mau keluar dari comfort zone. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terhubung dengan alam biasanya merasa lebih bahagia dalam hidup dan hidup menjadi lebih berharga. Lingkungan alam bisa meningkatkan kadar serotonin (zat kimia tubuh yang menyebabkan kita merasa bahagia) dan menurunkan kortisol (zat kimia tubuh yang menyebabkan stress). Alam dapat membangun banyak emosi positif seperti ketenangan, kegembiaraan, menumbuhkan kemampuan kognitif dan konsentrasi, membuat kita menjadi kreativ, meningkatkan energi dan penyembuhan secara fisik dan terutama secara psikologis. Berada di lingkungan alam bisa membantu masalah kesehatan mental seperti pada gangguan kecemasan atau depresi [Joschko, Lilliy et al., 2023. Nature-Based Therapy in Individuals with Mental Health Disorders, with a Focus on Mental Well-Being and connectedness to Nature – A Pilot Study]. 

Alam bisa ditemukan di mana-mana, semakin jauh kita mencari petualangan maka semakin besar pula biaya yang diperlukan. Mengelola keuangan tidaklah mudah oleh sebab itu prioritaskan apa yang dibutuhkan lebih dulu dan bedakan antara “keinginan” dan “kebutuhan” karena tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan apalagi jika kita tidak memiliki dana ekstra. Jika tidak memiliki dana khusus, maka perencanaan yang baik dan persiapan dini adalah sangat penting agar petualangan bisa diwujudkan. 


Upload: 30 April 2025