Bratislava, Slovakia
Behavior Disorder
„Human behavior flows from three main sources: desire, emotion, and knowledge“ [Plato]
Perilaku Manusia
Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann
Pertama kali aku mendengar nama Plato adalah saat aku mengikuti mata kuliah filosofi di Jakarta, Indonesia. Ajaran tokoh pendiri filsafat barat tentang “manusia adalah mahluk sosial” ini, berlaku sepanjang jaman dan relevan dengan dilema modern setiap individu. Karyanya telah menjadi landasan pengetahuan bagi pemikir sepanjang sejarah di beberapa bidang, termasuk psikologi. Idenya tentang “sumber perilaku manusia datang dari keinginan, emosi dan pengetahuan” menjadi dasar pemahaman untuk mengeksplorasi tingkah laku kita sebagai individu dan sekaligus mahluk sosial.
Menurut Plato perilaku manusia pada dasarnya di dorong oleh tiga aspek kejiwaan, yaitu alasan, semangat dan keinginan. Tiga elemen ini menjelaskan bagaimana individu membuat keputusan dan bertindak di berbagai macam situasi. Elemen “alasan” bertanggung jawab atas pemikiran obyektif, evaluasi krisis, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Elemen “semangat” yang mewakili respons emosional, ikatan sosial dan nilai pribadi mendorong individu melakukan tindakan yang dapat diterima secara sosial dan menyeimbangkan keinginan individu dengan harapan orang lain. Elemen “keinginan” yang berfungsi sebagai kekuatan pendorong tindakan manusia berupa naluri dan dorongan bawaan atau selera, bisa positif dan negatif tergantung pada konteks dan kemampuan individu yang mengendalikannya. Plato percaya bahwa perilaku manusia yang optimal adalah jika ketiga aspek kejiwaan ini seimbang dan harmonis. Jika elemen “alasan” bisa mengatur tindakan kita dan memungkinkan elemen “keinginan” dan “emosi” kita untuk disalurkan dengan tepat, maka akan menghasilkan perilaku yang berbudi luhur. Individu yang berhasil menengahi tiga komponen ini akan menunjukkan perilaku etis dan bertanggung jawab serta berkontribusi secara positif kepada masyarakat. Plato mengajarkan kita bahwa keinginan yang seimbang (moderat) dapat menjadi aspirasi kita, emosi bukanlah beban yang harus dikesampingkan tetapi merupakan komponen penting dari kemanusiaan kita yang, ketika dipahami, dapat menghubungkan kita lebih dalam dengan orang lain dan yang terakhir, mengejar pengetahuan bukan berarti hanya mengejar informasi tetapi sebenarnya mengejar transformasi yang bisa membentuk siapa kita. [Plato. (1992). The Republic. Translated by G. M.A. Grube. Revised by C.D.C. Reeve. Indianapolis: Hacket Publishing Company].
Beranjak dari ajaran Plato tentang manusia adalah mahluk sosial dan bagaimana kita memahami perilaku mereka, lalu bagaimana dengan individu yang sulit untuk bersosialisasi karena memiliki gangguan psikologi yang mempengaruhi perilaku, emosi dan suasana hati? Penyakit atau gangguan apa saja yang termasuk di dalam kelompok gangguan emosional dan perilaku (behavior disorder)? Karakteristik, diagnosa dan bantuan atau terapi apa yang bisa diberikan kepada individu yang memiliki gangguan tersebut?
Menurut ICD-11 sindrom gangguan mental, perilaku atau perkembangan saraf ditandai dengan adanya gangguan klinis kognisi individu, emosional dan perilaku yang memperlihatkan terjadinya disfungsi proses psikologis, biologis, perkembangan mental dan perilaku sehingga mengakibatkan kesulitan untuk berinteraksi dengan dirinya sendiri, keluarga dan lingkungan sosial baik di bidang pendidikan, pekerjaan, atau di bidang lainnya. Bila gangguan yang dimiliki individu sudah akut, permanen berdampak sosial dan menjadi masalah maka dibutuhkan adanya intervensi dan terapi. Kategori umum gangguan mental, perilaku atau perkembangan saraf yang sering kita dengar adalah ketergantungan alkohol, gangguan kecemasan, ADHS, bipolar, borderline, demensia, depresi, sindrom burnout, gangguan makan (anoreksia dan bulimia), gangguan panik, gangguan stress pasaca-trauma (PTSD), skizofrenia, gangguan somatoform, fobia sosial, gangguan bicara, sindrom tourette dan gangguan obsesif-kompulsif. Selain yang aku sebutkan tadi, sebenarnya masih banyak jenis penyakit yang masuk ke dalam kategori gangguan mental, perilaku atau perkembangan saraf, dan ini tentu saja akan aku bahas juga. Faktor penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, seperti misalnya penggunaan konsumsi stimulan (tabak, alkohol, zat/obat-obatan), situasi psiko-sosial, obesitas dan penyebab yang berhubungan dengan saraf atau penyakit fisik yang diderita individu [ICD-11 (International Statistical Classification of Diseases)]
Untuk selanjutnya aku akan membahas satu per satu karakteristik, diagnosa dan bantuan atau terapi apa yang bisa diberikan kepada individu yang memiliki gangguan tersebut di atas.
Upload: 31 Maret 2025
Depresi
Suasana hati (affek) yang menurun, sedih, merasa tertekan dan tidak bahagia yang bisa dilihat dari kondisi yang tidak terawat dan... Lanjut ke >
Bipolar
Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati episodik yang ditentukan oleh adanya episode Mania, Mixed atau... Lanjut ke >
Post-traumatic Stress Disorder

Kejahatan, tindakan kekerasan (KDRT), pelecehan seksual, kecelakaan dan bencana alam, keadaan darurat, penyakit berat, kehilangan dan kematian... Lanjut ke >
Burn Out

Pernahkah kamu mengatakan, „aku nggak kuat lagi, kerja keras tapi nggak dihargai, sudah berusaha tapi nggak ada hasilnya, stres, tenagaku habis, badan dan mentalku capek“... Lanjut ke >
Addicted
Apakah kita pernah dengan sengaja menggunakan zat tertentu seperti alkohol, narkoba atau nikotin atau melakukan aktivitas berulang kali seperti bermain game, berbelanja, menggunakan media sosial atau... Lanjut ke >
Anxiety
Apa yang terjadi pada tubuh saat rasa takut berubah menjadi cemas dan panik? Perasaan takut dan cemas menyebabkan tubuh melepas hormon stres kortisol, adrenalin, noradrenalin dan... Lanjut ke >