Intervention
"It takes but one positive thought when given a chance to survive and thrive to overpower an entire army of negative thoughts" [Robert H. Schuller]
Apa Itu Intervensi?
Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann
Secara umum intervensi (Intervention) adalah suatu tindakan, yang dimaksudkan untuk menghalangi, menghentikan atau memodifikasi sebuah proses. Proses perubahan ini harus datang dari individu itu sendiri. Keinginan untuk merubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik hanya bisa didukung oleh pikiran yang positif. Bila diberi kesempatan, maka satu kekuatan pikiran yang positif ini dapat mengusir dan mengalahkan pikiran-pikiran negatif yang muncul. Beranjak dari life quote Schuller, tujuan dari intervensi sebenarnya adalah memperoleh hasil yang diharapkan, baik itu untuk meningkatkan kesadaran individu, meningkatkan pengetahuan atau ketrampilan bidang tertentu atau merubah perilaku individu. Dengan demikian intervensi mungkin memiliki lebih dari satu tujuan dan oleh sebab itu sangat penting bahwa tujuan dan sasaran yang jelas, ditetapkan saat membuat perencanaan intervensi. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan harus melalui proses berdasarkan pertanyaan seperti apa yang dituju? Bagaimana dan di mana pelaksanaanya? Siapa yang melakukan? Berapa banyak yang harus dilakukan? Berapa lama dan kapan? Selama proses intervensi berjalan tentu saja harus dilakukan evaluasi untuk mencocokkan apa yang diukur atau dicatat dengan tujuan dan sasaran intervensi tersebut.
Strategi intervensi sangat penting untuk mendukung pembelajaran individu, merubah perilaku negatif ke positif dan meningkatkan perkembangan sosial-emosional. Dalam hal perawatan kesehatan fisik atau psikis yang dilakukan adalah menghentikan, mengelola, atau mengubah jalannya proses patologis penyakit atau gangguan dengan berbagai cara. Intervensi dengan menggunakan teknik konseling merupakan intervensi awal yang biasanya datang dari penderita sendiri. Yang dimaksud di sini adalah di mana individu mencari konselor untuk mengungkapkan masalah yang dihadapi, mendapatkan informasi dan rekomendasi bantuan dalam pendampingan proses penyelesaian masalah. Individu memiliki pilihan untuk mencari perawatan yang direkomendasikan segera, atau individu mengabaikan „intervensi“ tersebut.
Intervensi Psikologis
Intervensi psikologis adalah tindakan dari pihak psikoterapis dan pihak lain untuk menangani masalah penderita dengan pemilihan intervensi yang dipandu oleh jenis masalah dan orientasi terapis yang diatur berdasarkan kemauan dan kemampuan penderita untuk melanjutkan perawatan. Intervensi psikologis dipahami juga sebagai metode untuk meningkatkan kesehatan melalui strategi yang menginduksi perubahan kognitif, emosi dan perilaku individu sesuai dengan terori psikologis yang eksplisit, karena efek dari intervensi psikologis yang diterima sebagai bagian dari paket perawatan harus dievaluasi secara khusus. Metode psikoterapi yang umum digunakan di Austria dan Jerman adalah sebagai berikut: psikoanalisa, individual psikologi, terapi perilaku, autogene, hypnose, katathym imaginasi, psikomotorik, logoterapi, ergoterapi, Art-Integratif (Seni). Beberapa strategi melibatkan intervensi langsung dengan penderita misalnya individual therapy atau group therapy, system therapy (penderita bersama anggota keluarga), tetapi ada pula intervensi self-help group therapy yang hanya ditujukan khusus untuk anggota keluarga (tanpa penderita) agar mereka tahu bahwa mereka tidak berjuang sendiri.
Berbagai macam intervensi psikologis membantu individu memaksimalkan kemampuan dirinya untuk mendapatkan manfaat rehabilitasi dan membantu meningkatkan sumber daya individu dalam menanggulangi penyakit, memperoleh dukungan sosial, mengelola perubahan hidup yang disertai oleh gangguan (perilaku/mental) yang dimiliki, contohnya dengan memberikan psiko-edukasi atau pemberian intervensi aktif mencakup modifikasi perilaku yang bertujuan untuk mengubah pola makan, pola tidur, meningkatkan olah raga, mencapai work-life balance dan sebagainya. Peran intervensi psikologis semakin diakui dan berhasil diterapkan pada perawatan berbagai gangguan mental dengan efek yang sama atau bahkan lebih unggul dari intervensi farmakologis. Selain itu mayoritas penderita gangguan mental tampaknya lebih memilih perawatan psikologis dari pada farmakoterapi. [Filip K. Arnberg, et al. Recent randomized cotrolled trials of psychological interventions in healthcare: A review of their quantity, scope, and characteristics. Journal of Psychosomatic Research, Voulume 75, Issue 5, November 2013, Pages 401-403]
Catatan: Intervensi Psikomotorik adalah ranah yang meliputi kemampuan psikis dan fisik, ketrampilan motorik dan koordinasi tubuh. Domain yang luas ini akan aku bahas tersendiri di halaman Khusus > “Psychomotor” ya.
Upload: 14 April 2025
Intervensi Dini
Ditulis oleh: Lidia Ika Neumann
Mengapa Dini? Beberapa kategori gangguan perilaku seperti depresi, ADHD, autismus, bordeline sindrom atau yang lain, gejala-gejalanya muncul saat penderita masih kanak-kanak atau remaja. Kualitas hubungan antara anak dan orangtua memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak. Hubungan yang kuat dan stabil ini membuat anak memiliki kepercayaan untuk berinteraksi dengan pihak lain, selain orang tua. Dengan demikian jika suatu saat anak memiliki masalah yang berat, dan orang tua membutuhkan bantuan untuk menanganinya maka intervensi dari pihak lain dapat mengurangi risiko masalah kesehatan dan perilaku anak.
Intervensi dini tidak hanya dilakukan pada masa kanak-kanak atau remaja, tetapi juga pada semua usia, terutama bila faktor risiko dan tanda-tanda gangguan mental atau perubahan perilaku seperti depresi, gangguan makan, kecanduan atau Delinquenz tindakan kriminal baru muncul setelah dewasa atau di masa tua.
Memahami permasalahan pertama yang timbul pada diri penderita dengan mengenal, melihat dan mengamati tanda-tanda gangguan lebih awal, agar bisa menganalisa dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya serta mendukung rehabilitasi penderita sebelum gangguan menjadi parah adalah tujuan dari intervensi dini [Bundesamt für Gesundheit (Hrsg.)(2022): Früherkennung und Frühintervention: Harmonisierte Definition. Bern:BAG]. Dalam hal ini intervensi dini bisa juga dikatakan sebagai tindakan preventif, tindakan pencegahan sebelum gangguan yang dimiliki penderita mengakibatkan disfungsi di berbagai aspek kehidupan. Tindakan preventif yang dilakukan mencakup faktor biologis, psikis, sosial atau faktor-faktor lain yang mungkin dapat menyebabkan masalah dan membahayakan penderita (perawatan individual bio-psiko-sosial) dalam bentuk konseling dan terapi.
Langkah-langkah Intervensi
Persiapan yang dilakukan sebelum intervensi dilaksanakan adalah mengenal penderita dan lingkungan disekitarnya. Informasi yang didapat dari penderita, pihak keluarga dan lingkungan sekitar serta para ahli yang berhubungan dengan penderita, demikian juga screening dan tes pemeriksaan digunakan untuk menganalisa faktor risiko, situasi dan kondisi penderita. Hasil analisa menentukan tindakan-tindakan yang akan diambil dan pada akhirnya program intervensi direncanakan dan dijalankan. Selama program berjalan proses dan progres intervensi dikontrol dan dievaluasi. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui apakah perubahan situasi dan kondisi ke arah yang lebih baik terjadi, atau apakah perlu adanya tindakan tambahan jenis intervensi yang lain. Jika diperlukan, maka langkah-langkah intervensi dapat diulang dari awal lagi.
Upload: 22 April 2025